Kabar Kalteng

Indonesia dorong peningkatan konsensus tingkat global antisipasi pertumbuhan ekonomi digital

hd
Indonesia dorong peningkatan konsensus tingkat global antisipasi pertumbuhan ekonomi digital
Foto Kominfo.

Pemerintah Republik Indonesia mendorong peningkatan konsensus di tingkat global untuk mengantisipasi pesatnya pertumbuhan ekonomi digital.

 

(Baca Juga : BPSDM Prov. Kalteng Mengadakan Pembukaan Orientasi Pengembangan Kompetensi Bagi PPPK Angkatan I Tahun 2025)

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam siaran pers menyatakan dalam Presidensi G20 Indonesia, hal itu menjadi pembahasan utama dalam Kelompok Kerja Ekonomi Digital atau Digital Economy Working Group (DEWG).

 

Menkominfo menyatakan Pemerintah Republik Indonesia menekankan arti penting kerja sama untuk transformasi digital yang lebih inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Presidensi G20 Indonesia mendorong komunalitas untuk menumbuhkan kesadaran global akan pentingnya konektivitas jaringan fisik dan interkonektivitas sosial, serta keamanan digital.

 

“Sebagai Presidensi G20 tahun ini melalui kepemimpinan pertama Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20, Indonesia mempromosikan tema mencapai pemulihan yang tangguh. Tema ini juga mencakup tiga isu prioritas yaitu: pertama, konektivitas dan pemulihan pasca Covid-19. Kedua, keterampilan digital dan literasi digital, serta ketiga, aliran data bebas dengan kepercayaan dan aliran data lintas batas,” jelasnya dalam Sesi High Level Dialogue: Towards Digital and Data Governance for All UNCTAD e-Commerce Week secara virtual dari Jakarta Pusat, Senin (25/04/2022).

 

Menurut Menteri Johnny, dalam isu prioritas pertama, Indonesia mengusulkan kepada anggota G20 untuk mengakui peningkatan konektivitas digital dan kerja sama mewujudkan manusia secara digital melalui jaringan konektivitas.

 

“Hal ini selanjutnya dapat membantu menciptakan kewirausahaan digital dan bisnis untuk tetap inovatif, dan tangguh di era ekonomi digital yang ekspansif. Penekanan pada konektivitas digital yang paling penting,” tegasnya.

 

Dalam isu prioritas kedua, Presidensi G20 Indonesia mengajukan perumusan toolkit G20 untuk mengukur keterampilan digital dan literasi digital. Menurut Menkominfo Indonesia mendorong toolkit itu sebagai kerangka kerja untuk mengukur berbagai tingkat literasi dan keterampilan digital, termasuk keterampilan terkait teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

 

“Toolkit ini, kami paparkan melalui tiga komponen kepada anggota G20 dalam melakukan pengukuran pada berbagai tingkat literasi dan keterampilan digital, seperti keterampilan digital dasar, keterampilan digital menengah, dan keterampilan digital lanjutan,” ungkapnya.