Program studi baru Unhan bantu pemenuhan tenaga terampil
yd

Hai Kalteng - Wakil Menteri Pertahanan M Herindra mengatakan Universitas Pertahanan (Unhan) RI harus mampu mencetak ilmuwan TNI dan sipil yang dapat menciptakan teknologi militer dari berbagai pendekatan keilmuan, dengan penerapan kombinasi hard science dan soft science sebagai kunci keberhasilan di masa mendatang.
Hal itu dikarenakan Unhan merupakan kampus bela negara dengan visi menjadi nniversitas berstandar kelas dunia atau world class defence, katanya dilansir dari kemhan.go.id (Biro Humas Setjen Kemhan).
(Baca Juga : Kemendesa terus buka peluang kemitraan BUM Desa)
"Saat ini dunia pendidikan sedang mengalami masalah yang serius dengan perubahan Iptek yang sangat cepat dan kompleks, menuntut kesiapan dalam menghadapi perubahan dunia yang serba cepat," katanya.
Wamenhan menyampaikan hal tersebut dalam sambutannya saat menjadi Inspektur Upacara Pembukaan Pendidikan Program D3, S1, S2, dan S3 serta kenaikan pangkat kadet mahasiswa S1 Unhan RI, tahun ajaran 2021 di Lapangan Bela Negara Unhan, Kawasan IPSC Sentul, Bogor, Senin (30/8).
Terlebih, era super smart society 5.0 sedang hangat-hangatnya diperbincangkan sebagai antisipasi dari gejolak disrupsi akibat Revolusi Industri 4.0 yang menyebabkan ketidakpastian yang kompleks dan ambigu (VUCA/ Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), sehingga dikuatirkan dapat menggerus nilai-nilai karakter kemanusiaan.
Dalam konteks ini, keberadaan sumber daya manusia pertahanan unggul dan maju sangat penting dalam merumuskan dan menentukan kebijakan strategis yang dimaksud, untuk mengantisipasi perubahan tatanan global serta dinamika lingkungan strategis yang mengancam kedaulatan negara.
“Kualitas SDM menjadi kunci utama dalam mencermati perkembangan tersebut, terlebih pada era revolusi industri 4.0 tugas pertahanan negara menuntut SDM yang unggul dan menguasai teknologi masa depan”, jelasnya.
Sementara itu sebagai bagian dari proses pengembangan dan pemberdayaan wilayah pertahanan khususnya perbatasan, Unhan RI pada 2021 juga membuka tujuh fakultas baru yakni fakultas vokasi atau program D3 di daerah Kabupaten Belu, NTT dengan Program Studi antara lain, Budi Daya Pertanian Lahan Kering, Budi Daya Tanaman Perkebunan, Budi Daya Ternak, Pengelolaan Hasil Laut, Permesinan Kapal dan Program Studi Budi Daya Ikan.
“Pembukaan tujuh program studi ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga terampil yang memiliki kemampuan teknis dan manajerial serta kompetensi dan sertifikasi yang diakui baik secara nasional maupun internasional”, tegas Wamenhan.
Foto: Kemenhan RI
- Tinggalkan Komentar